Keluarga Pasien Dokter Ayu Telah Tanda Tangan Sebelum Operasi

30 Nov 2013

Keluarga Pasien Dokter Ayu Telah Tanda Tangan Sebelum Operasi

Sabtu, 30 November 2013 11:22 wib
Angkasa Yudhistira - Okezone

JAKARTA- Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Nurdadi Saleh, menentang pertimbangan majelis kasasi yang memutuskan menghukum dr Dewa Ayu Shasiary Prawani (38) dengan 10 bulan penjara.

Nurdadi menilai dr Ayu telah menjalankan prosedur kesehatan dalam menangani pasien Julia Fransiska Marketey di Rumah Sakit R.D. Kandou Malalayang, Manado, Sulawesi Utara. Julia diketahui meninggal usai operasi caesar pada 10 April 2010.

Selain itu, tegas Nurdadi, tidak mungkin dr Ayu memalsukan tanda tangan pasien. Menurut dia, hal tersebut sudah terbantahkan oleh pengakuan ibu pasien sendiri.

“Yang tanda tangan pasien dan ibunya. Bisa dilihat di YouTube pengakuan ibunya itu,” kata Nurdadi dalam Diskusi Polemik Sindo Radio bertajuk ‘Dokter Juga Manusia’ di Jakarta, Sabtu (30/11/2013).

Mengenai perbedaan tanda tangan pasien, sambungnya, disebabkan pasien dalam kondisi sakit jadi tanda tangannya tidak persis dengan di KTP dan kartu Askes.

Sebelumnya, berdasarkan Putusan Nomor 365 K/Pid/ 2012 pada 18 September 2012, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi dari Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Manado dan membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Manado Nomor 90/PID.B/2011/PN.MDO tanggal 22 September 2011.

Dalam putusannya, MA juga menyatakan para terdakwa: dr Dewa Ayu Sasiary Prawani (terdakwa I), dr Hendry Simanjuntak (II), dan dr Hendy Siagian (III) telah terbukti secara sah serta meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘perbuatan yang karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain. Ketiga dokter tersebut dijatuhi hukuman pidana penjara masing-masing selama 10 bulan.
(ugo) sourse

Nah kondisi ini siapa yg salah padahal persetujuan tanda tangan sudah ada. …. bagaimana menurut anda? sampaikan tanggapan anda dikomentar, terima kasih.


TAGS politik hukum


-

Author

Follow Me